Sabtu, 17 November 2018

Sinopsis Tarian Riringgo

ASAL – USUL
Tarian riringgo adalah salah satu tarian tradisional anak suku padoe ( anak suku dari ex kerajaan luwu ) , disamping tarian mongkaliboe, tarian laemba, tarian dero, dan lain-lain.

ARTI TARIAN RIRINGGO
Kata “riringgo” dalam bahasa padoe berarti halangan atau rintangan. Tarian riringgo adalah tarian yang bertendensi kemenangan yang penuh kegirangan / sukacita. Tarian riringgo ditampilkan pada acara-acara syukuran; disamping pada acara syukuran karena panen yang berhasil, juga pada acara syukuran menyambut pongkiari yang pulang berperang dan menang, serta acara syukuran menyambut saliwu waktu pulang dari palopo menebang pohon langkanae.
Bunyi tongkat yang dipukul-pukulkan secara berirama oleh para penari melambangkan bunyi alu yang dipukulpukulkan ke pinggir lesung secara bersahut-sahutan oleh para muda-mudi yang sedang menumbuk padi sambil bercengkerama ria.
Share:

Jumat, 16 November 2018

Sejarah Suku Padoe


Suku Padoe

Suku Padoe (To Padoe), adalah salah satu suku berdiam di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Suku Padoe tersebar di Kecamatan WasupondaMaliliNuha dan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Hingga saat ini, populasi suku Padoe diperkirakan sekitar 22.000 orang.
Asal-muasal
Suku Padoe mendiami daerah ini diperkirakan sejak abad XIV, yang bermigrasi dari daerah Sulawesi Tengah dan menetap di daerah pegunungan dan lembah di daerah Luwu Timur Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat istilah "Padoe" berarti "orang jauh" karena itu dikenal pula sebagai "To BelaE". Di Tana Luwu mereka menjadi salah satu bagian dari 12 anak suku di bawah pemerintahan Kedatuan Luwu (Kerajaan Luwu).
Share:

Arsip

Sponsor

intro ads