Jumat, 16 November 2018

Sejarah Suku Padoe


Suku Padoe

Suku Padoe (To Padoe), adalah salah satu suku berdiam di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Suku Padoe tersebar di Kecamatan WasupondaMaliliNuha dan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Hingga saat ini, populasi suku Padoe diperkirakan sekitar 22.000 orang.
Asal-muasal
Suku Padoe mendiami daerah ini diperkirakan sejak abad XIV, yang bermigrasi dari daerah Sulawesi Tengah dan menetap di daerah pegunungan dan lembah di daerah Luwu Timur Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat istilah "Padoe" berarti "orang jauh" karena itu dikenal pula sebagai "To BelaE". Di Tana Luwu mereka menjadi salah satu bagian dari 12 anak suku di bawah pemerintahan Kedatuan Luwu (Kerajaan Luwu).

Suku To Padoe sekarang banyak yang bertempat tinggal di daerah Pakatan, Taliwan, Mayakeli, Pabeta, Laroeha, Matompi, Wawondula, Lioka, Tabarano, Tawaki, Tetenona dan Kawata.
Beberapa cerita rakyat tentang banyaknya para Pongkiari (ahli perang) dari suku Padoe pada masa lalu, membuat Datu Luwu memberikan penghormatan tersendiri kepada para Pongkiari dan seluruh suku Padoe. Karenanya, apabila pemimpin Kedatuan Luwu menggelar sebuah hajatan, selalu mempersiapkan tempat khusus untuk orang-orang Padoe dan suku Padoe tidak diminta memberikan upeti kepada Datu Luwu. Cerita rakyat tentang kehebatan Pongkiari ini, konon danau Matano, danau Mahalona dan danau Towuti terbentuk karena pertempuran para Pongkiari. Begitu dahsyatnya pertempuran itu, membuat terciptanya kubangan yang sangat luas dan dalam sehingga membentuk sebuah danau. Namun seiring perkembangan zaman, eksistensi Pongkiari berangsur-angsur hilang.
Sejarah
Dahulu orang Padoe menganut agama kepercayaan Melahomua, sebuah aliran kepercayaan yang meyakini kekuatan alam, pohon yang dianggap keramatgunungbukit, hingga hal-hal kecil lainnya. Orang Padoe akan memberikan persembahan kepada benda yang dianggap bisa membawa berkah
Pada tahun 1920-an para misionaris Kristen dari Belanda mulai memasuki wilayah suku Padoe dan memperkenalkan agama Kristen kepada masyarakat suku Padoe. Tahun 1965banyak orang Padoe yang mengungsi ke wilayah Sulawesi Tengah, akibat adanya pergerakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang dipimpin Kahar Muzakkar. Hal ini menyebabkan suku Padoe juga banyak tersebar dan berdiam di wilayah Sulawesi Tengah hingga kini.
Tahun 1968 ketika perusahan tambang nickel PT Inco membuka eksplorasinya, secara perlahan para penduduk yang tersebar mulai kembali mendatangi kembali daerahnya. Pada tahun 1970-an, suku Padoe mulai mengenal dan memeluk agama Islam dan terus berkembang hingga saat ini.

Sumber : https://id.wikipedia.org


Share:

1 komentar:

Arsip

Sponsor

intro ads